Kegiatan “Edukasi dan Mitigasi Risiko Ular Berbisa” yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) STIKES Pemkab Jombang pada tanggal 9 Mei 2026 berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen dan Tim K3L STIKES Pemkab Jombang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi risiko gigitan ular, khususnya pada area kampus yang memiliki vegetasi rimbun dan berpotensi menjadi habitat ular. Selain sebagai bentuk edukasi, kegiatan ini juga menjadi implementasi penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan tanggap terhadap potensi bahaya lingkungan.

Pada sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis ular berbisa yang umum ditemukan di lingkungan sekitar, karakteristik fisik yang dapat digunakan untuk identifikasi, serta perbedaan antara ular berbisa dan ular tidak berbisa. Materi juga mencakup langkah-langkah pertolongan pertama pada kasus gigitan ular, meliputi tindakan yang dianjurkan maupun tindakan yang harus dihindari guna mencegah kondisi korban semakin memburuk. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan aplikatif melalui diskusi, tanya jawab, serta praktik sederhana, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi bahaya ular berbisa di lingkungan sekitar.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan berupa sweeping atau penyisiran area kampus yang berpotensi menjadi habitat ular melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jombang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan tim BPBD turut melakukan pembersihan pada area rimbun, semak-semak, serta lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian atau sarang ular. Praktik lapangan ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melakukan identifikasi potensi bahaya dan upaya mitigasi risiko di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bentuk implementasi nyata penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berbasis lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan kampus yang lebih aman, bersih, sehat, dan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik terhadap potensi bahaya ular berbisa.

Sebagai perspektif seorang praktisi dan akademisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi nyata dari upaya pengendalian bahaya (hazard control) dan mitigasi risiko di lingkungan kampus. Kegiatan sweeping area kampus bersama BPBD Kabupaten Jombang menunjukkan adanya pendekatan preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari potensi bahaya biologis, khususnya ancaman ular berbisa. Kegiatan kolaboratif dengan BPBD juga mencerminkan penerapan manajemen risiko terpadu dan sinergi lintas sektor dalam pengendalian bahaya di institusi pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan akademik, tetapi juga sebagai lingkungan yang menerapkan budaya K3 secara aktif dan berkelanjutan.



