Pada tanggal 8 Juni 2026, mahasiswa Program Studi Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tingkat II Semester 4 melaksanakan kegiatan FIELDTRIP ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo.
Kegiatan yang merupakan bagian dari pemenuhan capaian pembelajaran Mata Kuliah Manajemen Limbah didampingi langsung oleh dosen pengampu, Bapak Arief Chandra S.Kep., Ns., M.Tr.Kep. Tujuan utama dari kegiatan ini untuk memperoleh pemahaman mengenai sistem pengelolaan sampah serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam operasional pengolahan sampah.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh petugas DLH mengenai pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang, mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pemrosesan akhir di TPA Banjardowo. Mahasiswa memperoleh informasi mengenai jenis-jenis sampah yang masuk ke TPA, metode pengelolaan yang diterapkan, serta berbagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat timbunan sampah.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi langsung di area TPA Banjardowo untuk melihat proses pengolahan sampah yang berlangsung. Pada kegiatan ini dijelaskan mengenai tahapan penerimaan sampah, pemilahan, penimbunan, serta pengelolaan lindi dan gas yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah. Mahasiswa juga mengamati penggunaan alat berat yang berperan dalam proses pengelolaan sampah di area TPA Potensi bahaya yang dapat muncul antara lain paparan debu, gas berbahaya, benda tajam, risiko kecelakaan akibat alat berat, serta paparan mikroorganisme dari sampah. Oleh karena itu, pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan, masker, sarung tangan, sepatu keselamatan, dan rompi kerja untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Melalui kegiatan fieldtrip ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu serta pentingnya penerapan K3 dalam mendukung keselamatan pekerja dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan kompetensi mahasiswa dalam mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memahami upaya pengendalian risiko di lingkungan kerja.



